Rabu, 30 April 2014

Green Cap






Setelah yang terakhir kali saya membagikan pattern Baby blue hat, kali ini pattern yang akan saya bagikan adalah Green Cap. Sebuah topi berwarna hijau. Ada beberapa evaluasi dari pattern sebelumnya. Semoga ini menjadi lebih baik. Kalo topi yang ini dibuat dengan benang local warna hijau dengan 2 helai sekaligus karena kali ini saya menggunakan jarum hook yang besar ukuran 4.0. membuatnya tidak langsung pas dikepala, tapi dengan lingkaran lebih lebar dulu baru kemudian dikecilkan sesuai dengan diameter ukuran kepala.


Bahan :
1.      Benang katun local warna hijau, dikerjakan dalam 2ply.
2.      Jarum hook ukuran 4.0
3.      Jarum kristik, untuk finishing.

Dikerjakan dengan:
Single crochet
Sc2tog : adalah single crochet dengan 2 stich yang digabungkan mejadi satu
Stich
Slip stich


Instruksi :
Ch 4; buat lingkaran dengan menggabungkan dengan slip stich pada chain pertama.
Rnd 1 (RS): Buat 6 sc pada lingkar pertama. Tempatkan penanda/marker di st pertama lingkaran dimulai, dan pindahkan enanda/marker bila lingkaran sudah selesai.
 Rnd 2: Buat 2 sc dalam satu lingkaran. - 12 sc.
Rnd 3: *Sc di sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 18 sc.
Rnd 4: *Sc di 2 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 24 sc.
Rnd 5: *Sc di 3 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 30 sc.
Rnd 6: *Sc di 4 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 36 sc.
Rnd 7: *Sc di 5 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 42 sc.
Rnd 8:
*Sc di 6 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 48 sc.
Rnd 9: * Sc di 7 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 54sc.
Rnd 10: * Sc di 8 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 60sc.
Rnd 11: * Sc di 9 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran - 66sc.

Rnd 12: * Sc di 10 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -72sc.
Rnd 13:
* Sc di 11 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -78sc.
Rnd 14: * Sc di 12 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -84sc.
Rnd 15: * Sc di 13 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -90sc.
Rnd 16: * Sc di 14 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -96sc.
Rnd 17:*Sc di 15 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -102sc.
Rnd 18:
*Sc di 16 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -108sc.
Rnd 19:*Sc di 17 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -114sc.
Rnd 20:*Sc di 18 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -120sc.
Rnd 21:*Sc di 19 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -126sc.
Rnd 22:*Sc di 20 sc berikutnya, 2 sc di sc berikutnya; ulangi dari * dalam satu lingkaran -132sc.
Sampai disini diameter 132 sc adalah 25cm.


Rnd 23-27: Mengulang rnd 22.
Rnd 28 : *Sc di 10 sc berikutnya, Sc2tog. Ulangi dari * dalam satu lingkaran -121sc
Rnd 29 : Ulangi rnd 28 -121sc
Rnd 30 : *Sc di 9 sc berikutnya, Sc2tog. Ulangi dari * dalam satu lingkaran -110sc
Rnd 31 : Ulangi rnd 30 -110sc
Rnd 32 : *Sc di 8 sc berikutnya, Sc2tog. Ulangi dari * dalam satu lingkaran -99sc
Rnd 33 : Ulangi rnd 32 -99sc
Rnd 34 : *Sc di 7 sc berikutnya, Sc2tog. Ulangi dari * dalam satu lingkaran -88sc
Rnd 35 : Ulangi rnd 34 -88sc
Rnd 36 : *Sc di 6 sc berikutnya, Sc2tog. Ulangi dari * dalam satu lingkaran -77sc
Rnd 37-42 : Ulangi rnd 36




Brim hat :
Rnd 1 : sc di 38 sc berikutnya, lewati 1stich lalu buat slip stich di stich berikutnya. Balik.
Rnd 2 : *sc di sc, 2sc di sc berikutnya*, ulang dari *sampai 53sc,  lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik.
Rnd 3 : sc 51 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 4 : sc 48 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 5 : sc 45 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 6 : sc 42 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 7 : sc 39 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 8 : sc 36 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 9 : sc 33 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik. 
Rnd 10: sc 30 sc berikutnya, lewati 1 stich, lalu buat slip stich di stich berikutnya/terakhir. Balik.
Lining : Buat sc di semua sc dari brim sampe badan topi.



Nah, kalo teman-teman berminat bias langsung dicoba ya patternnya. Jangan lupa beri masukan juga. Happy crocheting….



Note: Crochet stuff by me, model by Oviet, photo by Jais






Selasa, 22 April 2014

Uniknya Mario, Pangkajene dan Kepulauan




Kalau saya ditanya, tempat manakah yang membuat saya ingin kembali kesana? Saya akan jawab desa Mario, Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan. Tempatnya asik banget. Sekalipun ada modernitas tapi ada sesuau yang tetap terjaga alami disana. Rumah-rumah masih dibangun dengan cara lama, tradisi dan keyakinan masih dijaga, antar warga masih bersetia kawan. Belum lagi bukit-bukit dan pegunungan yang sangat menawan. Benar-benar beda dengan jawa.
Pada suatu waktu, usai pernikahan adik saya. Kami sekeluarga diajak untuk berkenalan dengan keluarga adik ipar saya. Dan keluarga tersebut berada di desa Mario dan sekitarnya di Pangkajene dan kepulauan.
Sayangnya kalo ditempuh dari Makassar jauh sekali, sekitar 3-4jam perjalanan darat dengan kendaraan roda empat. Dari kota Makassar pelan-pelan kita akan melihat perubahan dari alam kota menuju desa. Rumah-rumah yang mulai jarang, tapi jalanan tetap saja mulus sampai tujuan. Ketika mulai memasuki kabupaten Pangkajene dan Kepulauan kita akan melewati hutan jati yang rimbun dikanan-kiri jalan. Lalu mulai bergantian dengan hutan rimba, savana, semak-semak dan banyak pemandangan indah dikiri-kanan jalan. Benar-benar memanjakan mata melihat jurang dan ngarai hijau diantara bukit kapur yang menjulang. 

 
 

1.       Ladang dan Kuda
Mulai memasuki daerah yang dituju , banyak terlihat pagar-pagar bambu dipinggir jalan. Tapi bukan memagari rumah, melainkan kebun dan sawah. Ceritanya, orang lokal sini banyak yang memelihara kuda. Dan kuda ini banyak yang dipelihara secara liar. Maksudnya mereka dibiarkan mencari rumput sendiri. Nah agar aktivitas merumput ini tidak mengganggu kebun, ladang, dan sawah warga, maka warga berinisiatif dengan memagari kabun mereka. Unik kan? Kenapa bukan kudanya saja yang dikandang? Buat saya ini cara yang sangat bijaksana dengan tidak mengganggu kemerdekaan si kuda. Di tempat mbah saya sudah tidak ada lagi sapi yang merumput diluar kandang. 
 








 
2.       Rumah dan sekitarnya
Rumah di desa Mario masih sangat tradisional yaitu rumah dengan bentuk panggung. Rata-rata semua warga rumahnya panggung. Sekalipun ada juga yang sudah punya rumah tembok dan bukan panggung. Tapi rumah panggung ini mengesankan sekali. Bahkan termasuk dapurpun juga ada diatas panggungnya. Diluar rumahnya juga tidak kalah menarik. Masih banyak terdapat batu-batu besar disekitar rumah, bahkan juga semak belukar dibelakang rumah masih muri alami tak tersentuh







3.       Pemakaman tanpa nama
Ketika kami diajak ke makam almarhum ibu dari adik ipar saya, ada terdapat pemakaman yang unik sekali. Kalau basanya pemakaman pasti ada symbol perbedaan keyakinan dan papan nama serta tempat tanggal lahir dan meninggal, maka disini semua itu tidak ada. Di pemakaman sini hanya ada dua perbedaan batu nisan yaitu laki-laki atau perempuan. Ditengah-tengah pusaranya ditancapkan batu panjang yang lumayan besar, dipusara tersebut tertancap satu batu atau dua. Kalau batu yang tertancap satu maka dia adalah laki-laki. Kalau yang tertancap dua, maka dia perempuan. Papan nama dan kejelasan identitas tidak ada sama sekali. Wow, unik sekali. Berarti yang rempong keluarga yang ditinggalkan dong ya? Masa harus ngapalin dimana aja letak makam leluhurnya itu. 




 4.       Kuda dan satenya
Ngomong-ngomong lagi tentang kuda. Para warga Mario memang banyak memelihara kuda daripada sapi. Bahkan kalo ada acara besar daging kuda ini pun juga mereka konsumsi. Ya seperti halnya didaerah lain yang mengolah sapi atau kambing gitu. Kebetulan saya sempat mencicipi sate kudanya. Enak sekali. Cuma saja dagingnya rada alot, biar begitu masih bisa digigit kok. Oya, Mario juga merupakan desa penghasil kemiri yang lumayan banyak juga lho.




 
5.       Keluarga
Pada akhirnya semua ini adalah untuk mempertemukan keluarga agar yang jauh semakin dekat dan kenal, dan semuanya bergembira. Dan si pengantin baru mendapat do’a khusus dari si tetua keluarga. Selamat ya?




Mario itu keren, kita seperti berada di balik gunung yang setengah lingkaran. Jadi setiap harinya matahari baru bersinar kira-kira pukul Sembilan pagi hehehhee.







Itulah Mario…..