Senin, 07 April 2014

Air Terjun, kupu-kupu Bantimurung





Buat mereka yang suka jalan-jalan dan kupu-kupu, singgahlah di Bantimurung yang ada di kabupaten Maros Sulawesi selatan ini. Disini terdapat penangkarang kupu-kupu berbagai macam jenis dan bentuk yang barangkali akan menarik perhatian orang yang suka. Saya sendiri bukan penyuka kupu-kupu, karena saya takut sekali terhadap ulat dan tidak ada alasan bagi saya untuk menyukai metamorfosanya.


Inilah hal pertama yang meyambut kedatangan para pengunjung setibanya di lokasi Bantimurung. Sebuah miniatur, oh bukan kalo yang ini maksimatur, kupu-kupu yang sangat besar sekali. Katanya yang terpampang itu adalah jenis kupu-kupu, yang paling indah, yang paling berharga atau apalah itu. Saya sendiri tidak berani membayangkan dengan kupu-kupu yang sebesar itu bagaimana bentuk atau sebesar apa dia sebelum bermetamorfosa? Kalo dipikir-pikir terus bikin bulu tengkuk berdiri, dan seperti ada yang menggaruk-garuk halus punggung saya. Ngeeri!


Tapi untunglah, Bantimurung bukan hanya punya kupu-kupu. Ada sebuah air terjun di lokasi ini yang disebut juga dengan air terjun Bantimurung. Hal ini sedikit melegakan, daripada saya harus masuk musium kupu-kupu bersama pemandu , dengan buku catatan ditangan dan menanyainya bahwa kupu-kupu itu jenisnya apa saja?, namanya apa? Yang paling langka yang mana? Makanannya apa? Kalo tidur sama siapa? Ah, tidak. Kayak pelajaran IPA SD.

Ini dia air terjun Bantimurung itu. Saya hampir selalu menggambarkan air terjun dengan sesuatu yang angkuh, kejam, sinis, sendiri, dan kesepian.  Tapi saya melihat ini agak beda, barangkali dia tetap angkuh tapi tidak kejam karena aliran airnya tidak deras sama sekali. Aliran air tidak begitu curam, melebar dari atas ke bawah. Tidak menghanyutkan. Orang-orang bisa bermain dibawahnya, bahkan makan, minum, ngobrol, mungkin juga tidur.
Ayo gembira ria dulu…….







Hei itu aku!

Balik lagi ke kupu-kupu nih. Gambar rumah diatas adalah tempat segala hal orang bertanya tentang kupu-kupu. Sedangkan diluaran, ditempat orang keluar-masuk lokasi penangkaran atau air terjun, ada berbanjar deretan orang menjual souvenir. Ada juga terdapat souvenir yang juga terdapat ditempat lain seperti gelang, kalung, gantungan kunci, tapi dll. Dan cirikhas disini adalah kupu-kupu yang sudah dikeringkan! Atau diawetkan! Jelas mati, bukan hidup. Biar menarik dipercantik dengan bingkai, dalam satu bingkai bisa terdiri dari beberapa kupu-kupu yang sudah diawetkan. Harga dimulai dari 20rb.



Tapi ah, rasanya kok masih ngeri kalo harus menggantung bekas makhluk hidup didinding ruang tamu. Ih, ngeri! Biar cantik tapi ngeri. Ah biar ngeri tapi cantik.

Mungkin begini ngeri dan cantik itu hahahahaa

Kenapa view ini mesti menunjukkan dua hal itu, sebuah title taman nasional dan dibawahnya sebuah tempat ibadah? Simbol kekuasaan dimasa lalukah? Ah, sesak selalu bila segalanya selalu dikaitkan dengan kekuasaan. Ngeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar