Buat mereka yang suka
jalan-jalan dan kupu-kupu, singgahlah di Bantimurung yang ada di kabupaten
Maros Sulawesi selatan ini. Disini terdapat penangkarang kupu-kupu berbagai
macam jenis dan bentuk yang barangkali akan menarik perhatian orang yang suka.
Saya sendiri bukan penyuka kupu-kupu, karena saya takut sekali terhadap ulat
dan tidak ada alasan bagi saya untuk menyukai metamorfosanya.
Inilah hal pertama yang
meyambut kedatangan para pengunjung setibanya di lokasi Bantimurung. Sebuah
miniatur, oh bukan kalo yang ini maksimatur, kupu-kupu yang sangat besar
sekali. Katanya yang terpampang itu adalah jenis kupu-kupu, yang paling indah,
yang paling berharga atau apalah itu. Saya sendiri tidak berani membayangkan
dengan kupu-kupu yang sebesar itu bagaimana bentuk atau sebesar apa dia sebelum
bermetamorfosa? Kalo dipikir-pikir terus bikin bulu tengkuk berdiri, dan
seperti ada yang menggaruk-garuk halus punggung saya. Ngeeri!
Tapi untunglah, Bantimurung
bukan hanya punya kupu-kupu. Ada sebuah air terjun di lokasi ini yang disebut
juga dengan air terjun Bantimurung. Hal ini sedikit melegakan, daripada saya
harus masuk musium kupu-kupu bersama pemandu , dengan buku catatan ditangan dan
menanyainya bahwa kupu-kupu itu jenisnya apa saja?, namanya apa? Yang paling
langka yang mana? Makanannya apa? Kalo tidur sama siapa? Ah, tidak. Kayak
pelajaran IPA SD.
Ini dia air terjun
Bantimurung itu. Saya hampir selalu menggambarkan air terjun dengan sesuatu
yang angkuh, kejam, sinis, sendiri, dan kesepian. Tapi saya melihat ini agak beda, barangkali
dia tetap angkuh tapi tidak kejam karena aliran airnya tidak deras sama sekali.
Aliran air tidak begitu curam, melebar dari atas ke bawah. Tidak menghanyutkan.
Orang-orang bisa bermain dibawahnya, bahkan makan, minum, ngobrol, mungkin juga
tidur.
Ayo gembira ria dulu…….
Hei itu aku!
Balik lagi ke kupu-kupu nih.
Gambar rumah diatas adalah tempat segala hal orang bertanya tentang kupu-kupu.
Sedangkan diluaran, ditempat orang keluar-masuk lokasi penangkaran atau air
terjun, ada berbanjar deretan orang menjual souvenir. Ada juga terdapat
souvenir yang juga terdapat ditempat lain seperti gelang, kalung, gantungan
kunci, tapi dll. Dan cirikhas disini adalah kupu-kupu yang sudah dikeringkan!
Atau diawetkan! Jelas mati, bukan hidup. Biar menarik dipercantik dengan
bingkai, dalam satu bingkai bisa terdiri dari beberapa kupu-kupu yang sudah
diawetkan. Harga dimulai dari 20rb.
Tapi ah, rasanya kok masih
ngeri kalo harus menggantung bekas makhluk hidup didinding ruang tamu. Ih,
ngeri! Biar cantik tapi ngeri. Ah biar ngeri tapi cantik.
Mungkin begini ngeri dan
cantik itu hahahahaa
Kenapa view ini mesti
menunjukkan dua hal itu, sebuah title taman nasional dan dibawahnya sebuah
tempat ibadah? Simbol kekuasaan dimasa lalukah? Ah, sesak selalu bila segalanya
selalu dikaitkan dengan kekuasaan. Ngeri.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar